CASE STUDY
Strategi Kreatif Iklan Hanasui
Brand Awareness & Konversi untuk Pasar Gen Z & Milenial Indonesia
01. Latar Belakang
Hanasui adalah brand skincare lokal Indonesia yang memposisikan diri di segmen mass-market dengan rentang harga Rp 25.000–40.000 per produk. Dalam lanskap yang kompetitif—bersaing langsung dengan Wardah, Emina, dan Pixy—Hanasui perlu memenangkan hati konsumen yang sadar kualitas namun sensitif terhadap harga.
Spec work ini dikembangkan untuk merancang ekosistem iklan kreatif yang kohesif, menjangkau konsumen di setiap tahap funnel: dari awareness awal hingga keputusan pembelian. Target utama adalah wanita usia 18–35 tahun yang aktif di media sosial—segmen yang menolak dikotomi "murah = murahan" dan justru bangga menggunakan produk lokal berkualitas.
Brand Positioning Statement
"Affordable Luxury" — kualitas premium yang nyata, dengan harga yang tidak pernah jadi penghalang.
Pesan utama: solusi kecantikan berkualitas yang tetap ramah di kantong.
02. Strategi Funnel: Awareness ke Konversi
Pendekatan kampanye ini mengikuti struktur tiga lapis yang mengantar konsumen dari perkenalan pertama hingga keputusan beli. Setiap lapisan dirancang dengan creative hook dan pesan yang berbeda, namun tetap satu suara brand.Logika funnel ini dibangun atas pemahaman bahwa pertimbangan pembelian skincare cukup panjang—konsumen perlu melihat brand beberapa kali sebelum membeli. Frekuensi Meta Ads yang dirancang 2,5–3,5x per pengguna memastikan brand tertanam di benak audiens sebelum mereka sampai ke tahap evaluasi di display ads.
03. Eksekusi Kreatif per Channel
A. Landing Page — Focus: Conversion
Landing page dirancang untuk menjawab dua keberatan utama calon pembeli secara serentak: keraguan terhadap kualitas ("apa benar efektif?") dan kekhawatiran soal harga ("mahal tidak ya?"). Hero section langsung membalikkan ekspektasi tersebut.
Struktur Hero SectionHeadline: "Wajah Glowing & Terlindungi, Tanpa Bikin Kantong Bolong!"Sub-headline: "Dapatkan kombinasi Sunscreen & Serum Hanasui yang dirancang khusus untuk kulit tropis. Ringan, cepat meresap, dan hasil terlihat nyata."CTA: "Beli Bundling Lebih Hemat!"Social Proof: "Sudah dipakai oleh 1jt+ 'Bestie Hanasui' di seluruh Indonesia." | Rating 4.9/5Trust Badges: Halal MUI | BPOM | Sold di Shopee Mall / Tokopedia
Strategi CTA 'Beli Bundling Lebih Hemat' bekerja dua arah: memberikan persepsi hemat bagi konsumen sekaligus meningkatkan Average Order Value (AOV) bagi brand. Ini adalah win-win yang menggerakkan metrik bisnis utama tanpa terasa seperti upsell agresif.
B. Display Ads — Dua Pendekatan Psikologis
Dua versi display ads dikembangkan untuk menguji dua pendekatan psikologis yang berbeda pada segmen audiens yang sama.
C. Meta Ads Carousel — Bestie Talk
Meta Ads menggunakan format Carousel dengan tone "bestie-to-bestie"—bukan brand berbicara ke konsumen, melainkan teman berbagi pengalaman. Tiga kartu carousel masing-masing memulai percakapan dari pain point nyata audiens:
- Kartu 1: "POV: Kamu nemu skincare yang beneran ngertiin dompet dan kulit kamu." — menyentuh frustasi pencarian produk
- Kartu 2: "Siapa yang mager pakai sunscreen karena lengket? Cobain si Collagen Water ini, Sat-set langsung nyerap!" — mengatasi hambatan praktis
- Kartu 3: "Tim begadang mana suaranya? Biar mata panda & muka kusam gak kelihatan, wajib drop serum ini ke skincare routine kamu." — relevansi lifestyle
Caption engagement: "Skincare-an itu kebutuhan, bukan beban. Share di kolom komentar yuk, produk Hanasui mana yang jadi 'penyelamat' kamu bulan ini!" — mendorong UGC dan memperkuat algoritma organik melalui komentar.
04. Proyeksi Metrik & Analisis Performa
Berikut adalah proyeksi metrik berdasarkan benchmark industri skincare lokal di pasar Indonesia, dengan asumsi anggaran kampanye medium dan targeting yang teroptimasi.
Creative Performance PredictionVersi 1 (Sunscreen Urgency): bahasa "bakar muka" dan "cuma 30 ribuan" resonate kuat dengan audiens price-sensitive. Prediksi CTR 20–30% lebih tinggi dari Versi 2.Versi 2 (Whitening Gold): CTR lebih rendah tapi quality score lebih tinggi—audiens yang klik lebih mungkin untuk konversi dan repeat purchase. Ideal untuk retargeting.Rekomendasi: jalankan keduanya secara paralel minggu 1–2, lalu alokasikan anggaran berdasarkan data aktual.
05. Indikator Sukses Kualitatif
Metrik kuantitatif hanya separuh cerita. Kampanye ini berhasil jika empat sinyal kualitatif berikut terpenuhi—semuanya mencerminkan bahwa pesan brand benar-benar meresap ke dalam budaya audiens:
06. Mitigasi Risiko & Rencana Kontingensi
Kampanye affordable luxury menghadapi satu ketegangan mendasar: harga yang terlalu murah justru bisa merusak persepsi kualitas. Semua mitigasi di bawah diarahkan untuk membuktikan "bagusnya"—bukan sekadar menekankan "murahnya".
07. Key Insights & Strategic Learning
Insight Utama KampanyeSuccess utama bukan hanya sales, tapi membangun 'community of besties' yang akan mengurangi Customer Acquisition Cost (CAC) di setiap campaign berikutnya.Komunitas yang terbangun = aset jangka panjang yang compound seiring waktu.
Tiga pembelajaran strategis yang dapat diterapkan pada kampanye berikutnya:
- Bahasa adalah produk. Copy yang berbicara seperti audiens—bukan ke audiens—adalah differentiator terkuat di pasar yang penuh iklan skincare serupa. "Sat-set langsung nyerap" dan "mager pakai sunscreen" bekerja justru karena terasa seperti percakapan nyata, bukan slogan.
- Affordable ≠ murahan, tapi harus dibuktikan. Setiap elemen kreatif perlu menyeimbangkan affordability message dengan bukti nyata kualitas: review, testimoni, sertifikasi, dan angka pengguna aktif.
- Funnel adalah ekosistem, bukan corong. Ketiga channel (Meta, Display, LP) saling menguatkan—konsumen yang melihat Meta Ads akan mengenali brand saat bertemu Display Ads, dan landing dengan kepercayaan lebih tinggi saat tiba di LP. Konsistensi visual dan tone di seluruh channel adalah fondasi efektivitas kampanye.
Spec Work | Digital Marketing Portfolio
Karya ini dibuat sebagai contoh strategi kreatif dan tidak berafiliasi secara resmi dengan Hanasui.










